Blogger templates

Kangkung Hidroponik Tahan Banting

 Anda tertarik menanam sayuran dengan cara hidroponik? Mau coba-coba belajar? Nah, kami sarankan untuk memulainya dengan kangkung. Mengapa? Karena kangkung terbukti lebih tahan banting dibandingkan jenis sayur-sayuran yang lain jika ditanam secara hidroponik. Yup, selain kuat, perawatannya tidak ribet bin capek, menurut Mas Aca Al-Jawawi, menanam kangkung itu seperti miara kura-kura, asalkan diperhatikan makan-minumnya, beres.



 Tidak bermaksud melebih-lebihkan, pada kenyataannya memang demikian, pertama kali admin nyari-nyari artikel hidroponik, ternyata modal awalnya sangat berat dan perlengkapannya susah didapat. Namun, seperti yang dikatakan Pak Zery, Hidroponik adalah seni dan kreativitas, semakin tinggi tingkat seni dan kreativitas anda, maka akan semakin banyak jalan yang terbuka menuju Rhoma, hus, jangan dangdutan dulu, mari kita lanjutkan.

  Faktanya adalah, pertama, bibit kangkung harganya murah dan mudah didapat, hehehe, walau kedengaran sepele namun penting juga loh.

 Kedua, tingkat adaptasi yang sangat bagus, bila dibandingkan dengan sayuran lain misal selada atau sawi. Adaptasi lingkungan misalnya, si kangkung tidak terlalu peduli dengan cuaca setempat, hujan maupun panas, lembab, kering, maupun basah, asalkan dapat sinar matahari secukupnya setiap hari, menjaga nutrisinya, itu sudah cukup. Kemudian adaptasi nutrisi, mau AB-mix ataupun BS-mix (Bikin Sendiri-mix) kangkung tetap tumbuh sehat. Ketinggian air nutrisi juga tidak terlalu mempengaruhi pertumbuhannya, beberapa jenis sayuran lain akan mengalami busuk akar atau busuk batang bila terendam, kekurangan oksigen dan lain sebagainya, ataupun mengalami kekeringan, layu dan menguning jika kelebihan atau kekurangan nutrisi, namun berdasarkan pengamatan kami, kangkung masih bisa bertahan selama 24 jam hidup tanpa air, biarpun mengering dan layu akan kembali segar setelah diairi lagi. Hebat, bukan?

 Ketiga, hemat tempat, dalam satu pot/gelas bisa menampung 5-9 benih, jarak antar gelas dalam bak atau wadahnya pun bisa disusun serapat mungkin, karena seperti jargon sebuah iklan, tumbuh itu ke atas, bukan ke samping! Hehehe. Berbeda dengan sawi misalnya, jarak antar satu gelas dengan gelas lainnya sekitar 20 cm. Jika menanam sawi dalam sebuah bak ukuran 30 cm x 40 cm misalnya, maka maksimal lubang untuk gelas hanya 4 lubang, sedangkan kangkung bisa sampai 12 lubang.

 Masih kurang? Ini dia yang keempat, masa tumbuh yang relatif singkat. Jika dihitung dari biji/benih sampai siap panen, maka akan menghabiskan waktu sekitar 25 hari.

 Kelima, kangkung yang sudah dipanen masih tumbuh terus loh, jadi dalam sekali tanam kita bisa 2-3 kali memanennya, bahkan hasil panen yang kedua daun dan batangnya lebih besar.

 Semua hal yang di atas bukan teori, melainkan hasil pengalaman admin langsung, adapun untuk mendapatkan hasil yang maksimal tentu saja kita harus tetap mengikuti aturan-aturan yang berlaku di dunia hidroponik. Adapun tips dan trik menanam kangkung secara hidroponik akan admin bahas di posting berikutnya.

Pak Zery dan Om Anjank Al-Dadali dalam pelaksanaan prosesi panen kangkung

 Ayo berhidroponik!

0 Response to "Kangkung Hidroponik Tahan Banting"

wdcfawqafwef