Blogger templates

Hidroponik, Tak Kenal Maka Tak Sayang

Mencoba sesuatu yang baru dari nol adalah tantangan berat, dan memulai langkah untuk itu adalah setara dengan menyelesaikan separuh dari tantangan tersebut. Begitu biasanya, iya, biasanya...
Hidroponik, nah, dari pertama dengar aja udah gak biasa, paan tuh? Nanam pake air? emang bisa? :o
Bagi yang udah akrab dengan biologi gak aneh-aneh banget, sih... trus? kalo emang bisa, mau tumbuh gak? tumbuhnya bagus gak? merawatnya susah gak? ininya itunya? Ya, begitulah, sekali lagi, memulai satu langkah untuk melakukan sesuatu adalah setengah dari melakukannya. Begitu kita memulainya, tahap penyelesaiannya tinggal setengahnya, tul gak? betul gak betul, betulin aja deh :D
Berawal dari persiapan Natal 2014 dan Tahun Baru 2015, keluarga besar Lotus sepakat untuk menyambutnya dengan nuansa hijau, tapi bukan dekorasi dan pernak-pernik serba hijau, loh, tapi sesuatu yang benar-benar hijau, Tumbuh-tumbuhan!
Yap, kami mulai menanam, menanam, dan... mencangkul -_-"
Kami akhirnya menyadari, sebagai makhluk yang lemah dan tak berdaya, ternyata menyiapkan media tanam adalah bagian yang paling melelahkan dari proses menanam, menyiapkan tanah dan pupuknya.




Tapi, semua itu kami lalui dengan riang gembira, dan, tentu saja, hasilnya pun berbuah manis ;)
Hingga saat Natal tiba, proses penghijauan kami berjalan sebagaimana mestinya.





Beberapa hari kemudian, Entah terinspirasi dari mana, tiba-tiba aja Zery alias Tono mencetuskan ide untuk menanam dengan sistem Hidroponik, Boby yang tidak pernah makan bangku sekolahan (emangnya rayap?) langsung tertarik, ketertarikan Boby mungkin saja karena capek main "tanah", dan memutuskan untuk main "air".
Tanpa memikirkan apa saja yang bakal menghalangi langkah tersebut, mereka berdua mendirikan sebuah republik baru yang berasaskan hidroponik (wkkwkw cukan*), Republik Hidroponik. Anggota kabinet republik ini terdiri dari Zery Hartono Al-Artisi, Tuhuk Bob Al-Ma'ariti, Anjank Pahlevi Al-Dadali, Asra Kwok Al-Jawawi, dan Haji Sabirin Al-Koholi. Bau-bau ISIS gitu, ya?
Latar belakang pekerjaan mereka benar-benar tidak berhubungan dengan pertanian dan perkebunan. Jika vokalis pada Zery, gitaris pada Pahlevi, basis pada Boby, maka penonton pada kabur. Bruakak. Berikut adalah Profil dari mereka:
Zery adalah seorang artist yang jika di-indonesia-kan artinya adalah seniman, bukan SEnangNiputeMAN, tapi benar-benar seniman, terutama di bidang musik, doi vokalis, gitaris, basis, pianis, drummer, intinya, mahir memainkan segala alat musik.
Boby adalah seorang karyawan di Toko Komputer yang sehari-harinya berkutat dengan obeng, tang, baut, dan kabel.
Pahlevi adalah seorang akuntan di sebuah perusahaan yang pekerjaan sehari-harinya adalah menghitung uang dan pacaran.
Asra atau Aca bekerja di kebun binatang dan setiap harinya mengurus dan berinteraksi dengan berbagai hewan, seperti tupai, musang, berang-berang, buaya, komodo, bunglon, burung, dan sebagainya.
Haji Birin bekerja di Laundry dan kira-kira menurut pendapat saya, sih, doi berinteraksi dengan berbagai jenis kain, dari yang berbentuk segitiga sampai segitunya... HAHAHAHAHA.
Tuh, kan? profesi mereka gak ada yang nyambungnya sama pertanian. Tapi kok nekat, ya?
Biar modal nekat, tapi yang penting hasilnya, coy...

Sawi umur 3 minggu

Selada umur 3 minggu

Kangkung umur 20 hari

Sawi umur 2 minggu
Alhamdulillah, sesuatu..

Panen kangkung

Selama enam minggu, kami telah tiga kali panen, loh. Cerita perjalanan hidroponik kami akan berlanjut pada posting selanjutnya ;)
Salam hidroponik.

0 Response to "Hidroponik, Tak Kenal Maka Tak Sayang"

wdcfawqafwef